KUPANG, PELABUHAN TENAU – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Kupang terus berkomitmen dalam menegakkan standar kesehatan lingkungan maritim, tidak hanya pada kapal komersial tetapi juga pada armada kapal negara. Melalui Tim Kerja Pengendalian Vektor dan Faktor Risiko Kesehatan Alat Angkut, BKK Kelas I Kupang sukses melaksanakan tindakan sanitasi berupa fumigasi dan pengendalian hama (pest control) pada Kapal Negara (KN) Nipa.
Operasi penyehatan alat angkut ini dilakukan saat kapal milik Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Kupang tersebut sedang bersandar di Pelabuhan Laut Tenau, Kupang.
Tindakan fumigasi dan pest control ini merupakan langkah pengawasan dan pengendalian secara kimiawi untuk membasmi serta memutus siklus hidup vektor pembawa penyakit maupun binatang pengganggu—seperti tikus, kecoak, lalat, dan nyamuk—yang berpotensi bersarang di dalam struktur kapal. Keberadaan vektor di atas kapal sangat diantisipasi karena dapat merusak logistik, mengkontaminasi makanan, hingga menularkan penyakit kepada para kru yang bertugas dalam pelayaran jangka panjang.
Proses fumigasi dilakukan dengan pengosongan area kapal secara total untuk kemudian diaplikasikan gas fumigan sesuai dengan dosis standar keselamatan internasional. Petugas sanitarian BKK Kelas I Kupang memastikan seluruh kompartemen kapal, mulai dari ruang kemudi, kamar mesin, dek akomodasi kru, hingga area dapur (galley) dan gudang logistik, terpapar secara merata dan aman.
"KN Nipa memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan pelayaran di perairan NTT. Kehadiran kami di sini adalah bentuk sinergi antar-UPT kementerian untuk memastikan bahwa kapal negara ini tidak hanya andal secara mekanis, tetapi juga sehat, saniter, dan aman sebagai lingkungan kerja bagi para kru kapal," jelas perwakilan tim teknis BKK Kelas I Kupang di lokasi.
Setelah proses aerasi (pengeluaran sisa gas) selesai dan dinyatakan aman melalui pengujian detektor, kapal diserahterimakan kembali kepada pihak Distrik Navigasi. Melalui kegiatan pengawalan sanitasi ini, BKK Kelas I Kupang membuktikan peran aktifnya dalam mendukung operasional armada negara yang bebas dari risiko penyakit menular di pintu masuk maritim Indonesia.
