BKK Kelas I Kupang Bersama Tim Gabungan Evakuasi Crew Kapal Asing yang Mengalami Kedaruratan Medis di Perairan Kupang

BKK Kelas I Kupang Bersama Tim Gabungan Evakuasi Crew Kapal Asing yang Mengalami Kedaruratan Medis di Perairan Kupang

Kupang, 8 Maret 2026 – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Kupang bersama tim gabungan melaksanakan evakuasi medis terhadap seorang awak kapal asing yang mengalami kondisi kegawatdaruratan saat melintas di perairan Nusa Tenggara Timur.

Tim gabungan yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari:

  • Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang;
  • Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kupang;
  • Bea Cukai Kupang;
  • Badan Keamanan Laut (Bakamla) Kupang; dan
  • Agen Kapal.

Evakuasi dilakukan terhadap seorang kru kapal MV. Hai Yang Shi You berkewarganegaraan Tiongkok atas nama Dong Qiang (43 tahun). Berdasarkan laporan yang diterima, korban mengalami keluhan nyeri hebat pada pinggang bagian kanan sehingga memerlukan penanganan medis segera ketika kapal tersebut berada di perairan sebelah barat Pulau Kera, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan segera melakukan koordinasi dan bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan proses evakuasi. Sebagai unsur kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara, BKK Kelas I Kupang berperan dalam melakukan penanganan awal terhadap kondisi kesehatan korban serta memastikan proses rujukan medis dapat berjalan dengan aman dan sesuai prosedur.

Setelah berhasil dievakuasi, korban mendapatkan penanganan oleh petugas kesehatan BKK Kelas I Kupang sebelum selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Kupang untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan kesehatan di wilayah perairan, sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan instansi pemerintah dalam melindungi kesehatan dan keselamatan awak kapal yang melintas di wilayah perairan Indonesia.

BKK Kelas I Kupang berkomitmen untuk terus mendukung upaya perlindungan kesehatan di pintu masuk negara melalui pelayanan kekarantinaan kesehatan yang cepat, profesional, dan kolaboratif bersama seluruh stakeholder terkait.


Beri Komentar