KUPANG, BANDARA EL TARI – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Kupang terus memantapkan sistem kewaspadaan dini dan respons penanganan krisis di pintu masuk udara negara. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Airport Emergency Committee (AEC) & Airport Security Committee (ASC), yang dirangkaikan dengan latihan Table Top Security & Modular Exercise di Bandar Udara Internasional El Tari Kupang pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh pengelola bandara ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) aviasi, unsur TNI/Polri, kedutaan/konsulat, imigrasi, bea cukai, serta otoritas terkait lainnya. Agenda ini digelar untuk menguji dan mengevaluasi dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat bandara (Airport Emergency Plan) serta rencana program pengamanan bandara (Airport Security Program).
Dalam simulasi Table Top dan latihan modular tersebut, skenario kelumpuhan atau ancaman keamanan udara diuji secara terperinci. BKK Kelas I Kupang mengambil peran krusial dari sisi penanganan dampak kesehatan masyarakat, manajemen evakuasi korban medis, serta prosedur karantina jika situasi darurat tersebut memicu risiko penyebaran penyakit atau kontaminasi biologi berbahaya.
Melalui simulasi teoretis dan taktis ini, koordinasi antar-instansi diasah agar setiap personel memahami rantai komando, fungsi, dan jalur komunikasi yang harus diambil ketika situasi krisis yang sebenarnya terjadi di area bandara.
"Keterlibatan BKK Kelas I Kupang dalam forum AEC dan ASC ini sangat penting. Kondisi darurat di bandara sering kali beririsan dengan ancaman keselamatan jiwa. Melalui latihan simulasi ini, kami memastikan bahwa protokol health security dapat terintegrasi dengan cepat dan tanpa hambatan bersama unsur pengamanan dan keselamatan penerbangan lainnya," ungkap perwakilan BKK Kelas I Kupang di sela-sela kegiatan.
Melalui keikutsertaan dalam simulasi terpadu ini, BKK Kelas I Kupang bersama komunitas bandara berkomitmen untuk terus menjaga Bandar Udara Internasional El Tari Kupang sebagai gerbang udara yang tidak hanya aman dari gangguan keamanan fisik (security), tetapi juga tangguh dan siap siaga dalam menghadapi setiap kondisi darurat kesehatan.
