KUPANG, BANDARA EL TARI – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Kupang mengawal langsung momentum krusial keberangkatan jemaah calon haji asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Minggu (10/5/2026), tim medis dan karantina udara BKK Kupang bersiaga penuh memberikan Pelayanan Kesehatan Haji bagi jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 80 dan 81 di Bandar Udara Internasional El Tari Kupang.
Pelayanan di bandara ini merupakan tahap pemantauan akhir sebelum para jemaah diterbangkan menuju Bandara Internasional Juanda untuk memasuki Embarkasi Surabaya. Fokus utama dari tindakan kekarantinaan kesehatan ini adalah memastikan seluruh jemaah berada dalam status kelayakan terbang (fit to fly) yang aman dari sudut pandang medis.
Selama proses keberangkatan di terminal bandara, jajaran petugas BKK Kelas I Kupang melakukan serangkaian penanganan proaktif, meliputi:
-
Pemantauan Kondisi Fisik Sebelum Boarding: Melakukan observasi visual dan pemeriksaan cepat bagi jemaah yang membutuhkan perhatian medis khusus guna memastikan stabilitas kondisi tubuh mereka.
-
Pendampingan Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi (Risti): Memberikan prioritas layanan ambulasi dan kursi roda bersama tim eksternal, serta memastikan obat-obatan esensial jemaah tersimpan dengan aman di tas kabin.
-
Koordinasi Lintas Instansi Udara: Bersinergi dengan pihak maskapai dan pengelola bandara untuk kelancaran alur perpindahan jemaah dari bus menuju pintu pesawat (apron).
"Hari ini merupakan puncak dari fase pemberangkatan jemaah haji dari bumi Flobamora. Melalui kesiapsiagaan posko kesehatan di Bandara El Tari, kami memastikan bahwa seluruh jemaah Kloter 80 dan 81 diberangkatkan dalam kondisi kesehatan yang optimal dan terpantau dengan baik," ujar perwakilan BKK Kelas I Kupang di area terminal keberangkatan.
Seluruh proses klirens kesehatan bagi ratusan jemaah haji NTT berjalan dengan tertib, lancar, dan tanpa hambatan medis yang berarti. Keterlibatan penuh BKK Kelas I Kupang dalam agenda nasional ini menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan dalam menghadirkan perlindungan kesehatan berlapis bagi masyarakat yang melakukan perjalanan internasional.
